Hari Kelahiran
Masih teringat ketika usia menginjak 20-an euforia menanti detik-detik pergantian usia.
Tepat jam 12 malam handphone jadul yang dulu masih monoponik selalu ada di tangan.
Menanti ucapan-ucapan ulang tahun dari kawan atau dari seseorang yang ditunggu, waktu itu.
Atau saat sedang di kos-kosan Karang Menjangan dengan teman-teman La Tansa.
Jam 12 malam menjadi waktu hingar bingar karena lagu selamat ulang tahun yang dinyanyikan tanpa musik dengan seseorang yang membawa sesuatu paling depan dan lilin yang menyala.
Saya sebut sesuatu karena yang diberi lilin tidak hanya kue ulang tahun.
Bisa saja es krim, martabak, donat dan lain sebagainya.
Rutinitas disetiap ulang tahun semua personil kos ini yang berpenghuni 8 orang (+1).
Tak akan pernah bisa kulupakan.
Terima kasih kenangan masa remaja yang sangat indah itu kawan.
Hingga akhirnya sekarang mencapai usia yang sama sekali tidak tergolong muda.
Masih kepala dua. Tapi dua tahun lagi sudah beda.
Tapi entah mengapa, tidak seperti dulu, rasanya malah takut untuk mencapai usia baru ini.
Tidak sesenang dulu. Mungkin karena saya takut tua 😁
Rasanya malah tidak ingin ada yang memberikanku ucapan ulang tahun.
Rasanya saya hanya ingin hari ini berjalan biasa saja.
Saya takut, karena saya merasa umurku semakin berkurang.
Semakin habis waktuku singgah di bumi ini.
Semakin harus bersiap dengan waktu kembali kepada Pemilik raga ini.
Semakin merasa hidup bukan hanya sekedar bersenang-senang merayakan hari ulang tahun.
Semakin merasa hidup tidak sebercanda membangunkan orang tidur pukul 12 malam.
Semakin berpikir bahwa banyak hal yang lebih penting dari meniup kue ulang tahun dan make a wish.
Bahkan doaku di hari kelahiranku tahun ini kuberikan bukan untukku.
Doa yang juga selalu saya panjatkan minimal 5 kali sehari untuk orang yang sama.
Untuk orang yang saya ingin sekali kebaikan selalu menyertainya kemana pun ia melangkah.
Jadi di hari ini yang kebetulan saja 28 tahun lalu saya dilahirkan, saya hanya ingin bersyukur kepada Sang Khaliq bahwa saya sehat dan diberikan apa-apa yang saya harapkan.. Alhamdulillah..
Tepat jam 12 malam handphone jadul yang dulu masih monoponik selalu ada di tangan.
Menanti ucapan-ucapan ulang tahun dari kawan atau dari seseorang yang ditunggu, waktu itu.
Atau saat sedang di kos-kosan Karang Menjangan dengan teman-teman La Tansa.
Jam 12 malam menjadi waktu hingar bingar karena lagu selamat ulang tahun yang dinyanyikan tanpa musik dengan seseorang yang membawa sesuatu paling depan dan lilin yang menyala.
Saya sebut sesuatu karena yang diberi lilin tidak hanya kue ulang tahun.
Bisa saja es krim, martabak, donat dan lain sebagainya.
Rutinitas disetiap ulang tahun semua personil kos ini yang berpenghuni 8 orang (+1).
Tak akan pernah bisa kulupakan.
Terima kasih kenangan masa remaja yang sangat indah itu kawan.
Hingga akhirnya sekarang mencapai usia yang sama sekali tidak tergolong muda.
Masih kepala dua. Tapi dua tahun lagi sudah beda.
Tapi entah mengapa, tidak seperti dulu, rasanya malah takut untuk mencapai usia baru ini.
Tidak sesenang dulu. Mungkin karena saya takut tua 😁
Rasanya malah tidak ingin ada yang memberikanku ucapan ulang tahun.
Rasanya saya hanya ingin hari ini berjalan biasa saja.
Saya takut, karena saya merasa umurku semakin berkurang.
Semakin habis waktuku singgah di bumi ini.
Semakin harus bersiap dengan waktu kembali kepada Pemilik raga ini.
Semakin merasa hidup bukan hanya sekedar bersenang-senang merayakan hari ulang tahun.
Semakin merasa hidup tidak sebercanda membangunkan orang tidur pukul 12 malam.
Semakin berpikir bahwa banyak hal yang lebih penting dari meniup kue ulang tahun dan make a wish.
Bahkan doaku di hari kelahiranku tahun ini kuberikan bukan untukku.
Doa yang juga selalu saya panjatkan minimal 5 kali sehari untuk orang yang sama.
Untuk orang yang saya ingin sekali kebaikan selalu menyertainya kemana pun ia melangkah.
Jadi di hari ini yang kebetulan saja 28 tahun lalu saya dilahirkan, saya hanya ingin bersyukur kepada Sang Khaliq bahwa saya sehat dan diberikan apa-apa yang saya harapkan.. Alhamdulillah..
Komentar
Posting Komentar