Aku...
Setiap kali fajar datang, aku merasa diriku bukan diriku.
Senja yang menutup setengah hariku, bersama ramainya jalanan kota kenangan terasa begitu sunyi.
Ranjau yang dulu selalu ada di setiap langkah, mulai memudar pelan dan pelan.
Berganti menjadi harapan akan fajar dan senja yang menyapa hangat.
Aku ingin menjadi aku yang baru.
Tolong bantu aku.
Bukan melupakan, karena aku berbohong bila mengatakan, tapi menjadikan pelajaran.
Jika kau pergi, maka tidak ada lagi harapan akan fajar dan senja itu.
Maka jangan pergi, temani aku meskipun terasa berat.
Kapal tidak akan menjadi kokoh bila tidak diterpa angin dan badai bukan?
Aku bisa belajar untuk semuanya.
Tapi, apalah arti usahaku bila kau masih berdiam disana..
Senja yang menutup setengah hariku, bersama ramainya jalanan kota kenangan terasa begitu sunyi.
Ranjau yang dulu selalu ada di setiap langkah, mulai memudar pelan dan pelan.
Berganti menjadi harapan akan fajar dan senja yang menyapa hangat.
Aku ingin menjadi aku yang baru.
Tolong bantu aku.
Bukan melupakan, karena aku berbohong bila mengatakan, tapi menjadikan pelajaran.
Jika kau pergi, maka tidak ada lagi harapan akan fajar dan senja itu.
Maka jangan pergi, temani aku meskipun terasa berat.
Kapal tidak akan menjadi kokoh bila tidak diterpa angin dan badai bukan?
Aku bisa belajar untuk semuanya.
Tapi, apalah arti usahaku bila kau masih berdiam disana..
Komentar
Posting Komentar