Aku Berharga, Aku Bisa Berguna..

Ini adalah postingan pertama di blog saya dengan nama baru ini.
Saya benar-benar sedang rajin menulis sampai sehari bisa lebih dari satu. hehe..
Karena selain kepada Allah, ya hanya kepada blog ini saya bisa bercerita bebas.
Saya ingin bercerita tentang beberapa hal yang menjadikan saya lebih berharga dan bahagia karena usaha yang telah saya lakukan sendiri.
Tidak semua orang bisa menghargai orang lain.
Bahkan orang terdekat pun belum tentu.
Jadi mau tidak mau diri sendiri lah yang harus menghargai diri ini.
Kita harus bangga dengan pencapaian-pencapaian kecil yang sudah kita lewati.
Seperti di tahun 2019 ini saya melakukan beberapa hal. Dan semuanya di bulan Januari.

  1. Tes Penempatan untuk Kursus Bahasa Jerman
Tahun lalu saya telah menyelesaikan Kursus Bahasa Jerman sampai level A.1 untuk persyaratan Visa Nasional. Setelah itu ternyata untuk memperpanjang visa di negara tersebut diharuskan untuk mengikuti Kursus Bahasa Jerman sampai level B.1. Jadi saya harus mengikuti tes penempatan untuk mengetahui ada dimana tingkat Bahasa Jerman saya saat ini.
Awalnya saya cukup khawatir dan tidak percaya diri untuk tes tersebut. Karena kursus A.1 saya sudah lama dan saya tidak pernah menggunakannya lagi. Saya benar-benar lupa. πŸ˜”
Tapi jika hanya memperkenalkan diri dan berhitung saya masih ingat kok. hehe..
Lalu saya belajar online satu minggu untuk menghadapi tes tersebut. Kata teman saya, saya pasti bisa. Saya jadi bersemangat dan kepercayaan diri saya naik pesat.
Tiba lah waktu tes dan saya hanya berdua dengan seorang wanita dari India. Tes pertama adalah tes tulis dengan soal sejumlah 60 dan dikerjakan dalam waktu 30 menit. 😩
Saya hanya bisa mengerjakan sekitar 40 soal karena waktu yang terbatas.
Saat itu juga lembar jawaban kami dikoreksi.
Saya sama sekali tidak percaya diri dengan hasil saya. Saya pasrah...
Yang pertama dikoreksi adalah lembar milik orang India. Hasilnya dia dinyatakan masuk ke level A.1.2. Dalam hati saya berkata, "Ah, mungkin saya sama seperti dia. Atau lebih buruk"
Lalu wanita dari India tersebut seperti tidak terima karena dia ingin masuk ke level A.2.
Karena memang sebelum tes kami sempat mengobrol dan dia sudah pernah mengikuti tes A1 seperti saya.
Lalu korektor dari Jerman itu berkata bahwa mungkin hasilnya bisa berubah setelah dia mengikuti tes wawancara di lantai 2. Setelah itu dia meninggalkan ruangan dan saya tidak tahu bagaimana kelanjutan ceritanya. Dia tetap di level A.1.2 atau naik jadi A.2. 
Setelah itu di ruangan hanya ada saya dan korektor. Beberapa menit dia mengoreksi kertas saya dan saya hanya bisa berdoa. Tiba-tiba dia bertanya pada saya, kira-kira saya ada di level berapa. Saya jawab saja level A.1 karena saya benar-benar tidak PD dengan hasil saya yang banyak kosongnya.
Ternyata reaksi berlawanan diberikan oleh korektor tersebut. Dia berkata bahwa hasil saya lebih bagus. Saya ada di level A.2.2.
Aaaah saya benar-benar tidak percaya.. Saya sangat senang dan sangat bangga pada diri saya sendiri. 
Karena saya kursus hanya sampai A.1 dan ternyata level saya meningkat menjadi A.2.2.
Saya bahagia ^_^

      2. Menulis Artikel dan Jubmit ke Jurnal Internasional
Ini yang kedua. Untuk ini saya tidak melakukannya sendirian. Saya duet dengan partner in crime aka suami untuk menulis jurnal. Idenya dari Beliau dan editornya juga Beliau. Terima kasih mas sudah membuat saya menulis jurnal 😁
Temanya adalah tentang Drug Delivery System. Memang sengaja Beliau mencarikan saya ide di bidang saya karena Beliau tau saya tidak punya jurnal lain selain jurnal Thesis. hihihi..
Jadi supaya koleksi jurnal saya bertambah dan saya belajar lagi.
Beliau sengaja menjadi penulis kedua dan saya pertama.
Supaya KUM saya lebih banyak juga. Kalau Beliau sudah terlalu banyak publikasi. KUM itu apa? Dosen-dosen pasti tau.. hihii...
Tapi sampai saat ini belum ada kabar jurnal kami diterima, atau tidak. Waktu tunggu sekitar 30 hari. Kami akan menunggu dan jika sudah diterima pembayaran jurnal pun kita bagi dua.. wkwk..
Saya bangga karena saya berhasil menulis review artikel ilmiah dengan menumpas rasa malas saya πŸ˜‚

       3. Menghasilkan Uang Sendiri dan Membeli Tas Idaman
Saya bersyukur saya di sini tidak sendiri karena banyak teman-teman dari Indonesia yang sangat-sangat baik dan membuat saya memiliki kenalan dari orang non-Indo juga. Suatu saat saya mendapat tawaran dari teman Indonesia saya untuk memasak di acara ulang tahun temannya dari Nepal. Teman saya bernama Bu Tini. Beliau sebenarnya yang mendapat tawaran tersebut. Tapi karena Januari ini Beliau sedang pulang ke Indonesia, tawaran tersebut diberikan kepada saya dan teman saya yang lain. Kami menerima tawaran tersebut karena saya juga senang memasak di Jerman iniπŸ˜…
Kalau di Indonesia sering belinya daripada masak sih.
Lalu dari hasil memasak sekitar 7 jam saya mendapat upah yang lumayan. Dan saya sudah berniat untuk membeli tas dari uang tersebut bahkan sebelum hari-H. hihihi..
Lalu saya membeli tas dengan merek yang cukup terkenal dan banyak orang yang menggunakan di Eropa. Inisial mereknya adalah FK.. hihi... Harganya lumayan loh.. Tapi karena saya sudah mimpi-mimpi membeli tas tersebut, akhirnya saya beli saja. haha..
Setelah tas tersebut datang dan warnanya sesuai pesanan saya senaaang sekalii.. Ternyata meskipun saya tidak di Indonesia saya tetap bisa bekerja dan menghasilkan sesuatu untuk diri saya sendiri. Dan itu pasti akan menjadi tas favorit saya selama di sini..
Semoga lain kali ada tawaran memasak lagi yaa. haha..
Saya bahagia dan bangga.. haha..πŸ˜‹

Di awal tahun ini, tiga hal itulah yang membuat saya merasa saya berharga dan saya bisa berguna.
Bulan Februari ini saya ingin lebih banyak menulis dan belajar beberapa hal tentang materi kuliah saya dulu. Hitung-hitung supaya otak saya tidak kendor karena tidak dipakai berpikir keras. haha..
Dan saya juga ingin mengulang hafalan Al-Quran saya saat SMA dulu. Semoga saya bisa istiqomah setelah subuh memulai hafalan. Oiyaa.. Saya harus mulai mereview materi A.2 saya karena kursus saya baru akan dimulai tanggal 18 maret nanti..😘

Komentar

Postingan Populer