Seperti Teman-Temanmu
Bagaimana aku bisa lupa dengan kebahagianku, jika kesedihan yang selalu kau beri padaku?
Aku wanita biasa.
Sesungguhnya mauku tidak banyak.
Jika kamu tidak bisa mencintaiku, paling tidak jangan kamu menyakitiku.
Aku akan sangat bahagia dengan itu.
Hanya dengan itu.
Jangan menyakitiku sayang.
Rupanya itu tidak mudah bagimu.
Rupanya tidak mudah jika hanya membuatku tidak menangis setiap hari.
Aku sungguh tidak menginginkan kata-kata mesra bahkan karangan bunga.
Aku hanya ingin bahagia bersamamu.
Kau tersenyum kepadaku berangkat dan sepulang kerja.
Kau menjawab pertanyaanku tanpa aku harus bertanya dua atau tiga kali.
Kau berbicara padaku seantusias saat kau bicara kepada teman-temanmu.
Kau memuji masakanku seperti kau memuji masakan teman-temanmu.
Kau tertawa bersamaku seperti kau tertawa bersama teman-temanmu.
Iya, aku cemburu. Aku ingin sekali menjadi teman-temanmu itu.
Maaf sayang, jika aku masih terus menangis karenamu, sungguh aku tidak akan bisa melupakan kebahagianku yang dulu.
Maafkan aku sayang..
Aku wanita biasa.
Sesungguhnya mauku tidak banyak.
Jika kamu tidak bisa mencintaiku, paling tidak jangan kamu menyakitiku.
Aku akan sangat bahagia dengan itu.
Hanya dengan itu.
Jangan menyakitiku sayang.
Rupanya itu tidak mudah bagimu.
Rupanya tidak mudah jika hanya membuatku tidak menangis setiap hari.
Aku sungguh tidak menginginkan kata-kata mesra bahkan karangan bunga.
Aku hanya ingin bahagia bersamamu.
Kau tersenyum kepadaku berangkat dan sepulang kerja.
Kau menjawab pertanyaanku tanpa aku harus bertanya dua atau tiga kali.
Kau berbicara padaku seantusias saat kau bicara kepada teman-temanmu.
Kau memuji masakanku seperti kau memuji masakan teman-temanmu.
Kau tertawa bersamaku seperti kau tertawa bersama teman-temanmu.
Iya, aku cemburu. Aku ingin sekali menjadi teman-temanmu itu.
Maaf sayang, jika aku masih terus menangis karenamu, sungguh aku tidak akan bisa melupakan kebahagianku yang dulu.
Maafkan aku sayang..
Komentar
Posting Komentar