Frekuensi yang Sama?
Malam ini ku habiskan banyak waktuku berbincang dengan orang-orang yang sudah 9 tahun ini aku mengenalnya.
Teman-teman kosku dulu kala kuliah.
Dulu kami tinggal satu atap lebih dari 5 tahun bahkan 7 tahun dari 9.
Di pinggir jalan di Surabaya sambil menikmati nasi goreng gerobak favorit kami sejak kuliah dulu, tak terasa sampai setengah 11 malam kami berbicara kesana kemari.
Sudah tidak ada gengsi diantara kami.
Semua hal baik dan buruk masing-masing sepertinya kami sudah hafal.
Saling menertawakan kebodohan-kebodohan masing-masing yang kami lakukan dalam hidup adalah hobi kami.
Entah kebodohan di tempat kerja, dengan pertemanan yang lain, atau dalam percintaan.
Dan malam ini topik kami full tentang yang terakhir.
Hal ini selalu menjadi menarik untung diperbincangkan.
Kami saling menertawakan kembali kisah-kisah yang kami miliki.
Tanpa rasa malu atau takut untuk dicela.
Pun jika akhirnya dicela, kami malah saling terbahak lagi.
Aku sangat beruntung mengenal mereka.
Frekuensi kami seakan-akan sudah sama tanpa sengaja.
Tapi semua ini memakan waktu yang tidak sebentar.
Hubungan persahabatan yang kemudian menjadi persaudaraan.
Demikian pula jika menjalin hubungan percintaan.
Dari bukan siapa-siapa menjadi siapa-siapa.
Semua butuh waktu.
Tidak sebentar.
Tidak apa jika masih belum satu frekuensi.
Nanti, tanpa sadar juga akan menyatu sendiri.
Dan tipsnya adalah, saling menghargai, menerima dan memahami..
Selamat malam.. Ups.. Ternyata sudah hampir pagi 😁
Teman-teman kosku dulu kala kuliah.
Dulu kami tinggal satu atap lebih dari 5 tahun bahkan 7 tahun dari 9.
Di pinggir jalan di Surabaya sambil menikmati nasi goreng gerobak favorit kami sejak kuliah dulu, tak terasa sampai setengah 11 malam kami berbicara kesana kemari.
Sudah tidak ada gengsi diantara kami.
Semua hal baik dan buruk masing-masing sepertinya kami sudah hafal.
Saling menertawakan kebodohan-kebodohan masing-masing yang kami lakukan dalam hidup adalah hobi kami.
Entah kebodohan di tempat kerja, dengan pertemanan yang lain, atau dalam percintaan.
Dan malam ini topik kami full tentang yang terakhir.
Hal ini selalu menjadi menarik untung diperbincangkan.
Kami saling menertawakan kembali kisah-kisah yang kami miliki.
Tanpa rasa malu atau takut untuk dicela.
Pun jika akhirnya dicela, kami malah saling terbahak lagi.
Aku sangat beruntung mengenal mereka.
Frekuensi kami seakan-akan sudah sama tanpa sengaja.
Tapi semua ini memakan waktu yang tidak sebentar.
Hubungan persahabatan yang kemudian menjadi persaudaraan.
Demikian pula jika menjalin hubungan percintaan.
Dari bukan siapa-siapa menjadi siapa-siapa.
Semua butuh waktu.
Tidak sebentar.
Tidak apa jika masih belum satu frekuensi.
Nanti, tanpa sadar juga akan menyatu sendiri.
Dan tipsnya adalah, saling menghargai, menerima dan memahami..
Selamat malam.. Ups.. Ternyata sudah hampir pagi 😁
Komentar
Posting Komentar