Cinta vs Dan Lain Lain

Pernikahan itu ga cuma butuh cinta aja. Tapi niat menikah yang baik, komitmen yang kuat dan respek satu sama lain :')
Kesimpulan itu saya dapatkan dari melihat rumah tangga orang-orang di luar sana.
Dulu waktu sebelum menikah, saya pikir kalau sudah ada cinta saya bisa menghadapi apapun di luar sana. Yang penting cinta dulu dan dihadapi berdua. Sisanya dipikir sambil jalan.
Setelah menikah lalu saya melihat buanyak banget pasangan2 yang muda ataupun yang tua umur pernikahannya pada mau cerai. Naudzubillah..
Banyak hal yang menjadi faktor fenomena itu.
Dan salah satunya pernikahan yang hanya bermodal cinta sampai-sampai restu orang tua mereka abaikan.
Memang benar kata orang-orang, jika sebelum menikah kita susah menerima nasehat padahal paling butuh diberi nasehat. Tapi setelah menikah, kita akan mencari nasehat-nasehat yang dulu padahal sebenarnya sudah tidak membutuhkannya karena sudah terlambat.
Tapi bukan berarti cinta itu tidak perlu. Cinta itu perlu sekali agar kita semangat memberikan yang terbaik untuk rumah tangga kita.
Saat ini pun saya masih belajar tentang yang namanya membangun cinta, niat, komitmen, dan respek terhadap pasangan.
Poin-poin itu juga selalu jadi obat disaat emosi saya sedang naik.
Banyak orang bilang saya sabar. *uhuk
Tapi sebenernya saya emosian dan suka mengeluh.
Saya marah dan mengeluh tapi tidak ada yang tahu.
Kadang saya luapkan dengan bernyanyi sekerasnya waktu nyetir motor, makan yang banyak, nulis di Blog, ato hanya sekedar nonton sinetron sambil nyemil.
Terus saya lupa sendiri kalau saya tadi lagi marah. Haha
Dan kemudian lubuk hati saya yg paling dalam menasehati kalau tidak ada orang yang sempurna di dunia ini.
Kalau apapun yg kamu harapkan terkabul, maka itu akan menjadi hal yang sempurna dan itu juga gak linier dengan ibadah yang sedikit kamu lakukan itu :'(
Iyaa.. Saya suka berkompromi dengan hati saya sendiri dan itu efektif dalam mengelola emosi saya.
Seperti saat ini..
Saya sebenarnya sedang marah. Tapi saya pikir2 lagi.
Karena saya tidak bisa mengutarakan penyebab marah ini kepada yang bersangkutan, dari pada saya badmood dan liburan jdi gak asik, ya saya tulis aja disini. Hehee..
Iya, saya jelas cerita kepada yang Punya Hidup. Selalu saya bercerita kepada-Nya. Dia tau sekali tentang saya.
Tapi saya juga butuh media yang lain untuk bercerita dan meluapkan emosi..
Saya butuh tempat bercerita.
Meskipun banyak teman2 yang pasti mau mendengarkan cerita saya, tapi saya lebih nyaman jika menulisnya disini..
Saya selalu berdoa supaya hati ini bisa seluas lautan.
Karena dengan begitu, pengaruh garam dari luar tidak akan memengaruhi rasa air laut jika dibandingkan dengan hati yang hanya seluas kolam ikan :')
Laa haula walaa quwwata illa billa hil'aliyyil adziim..

Komentar

Postingan Populer