Renungan Jiwa Sepi




Pemikiran sama sekali tak membantu complicated-nya problem in our life.

Langkah yang pasti dan ayunan tanganlah yang bisa merubah sisi demi sisi kehidupan yang kita anggap problem itu.

Teori itu sudah sejak dulu tertanam di otak ini.

Tapi manusia, selalu mengulangi kesalahan yang ia buat lalu menyesali, lalu diulang lagi, disesali lagi, begitu lah alur hidupnya.

Bingungnya diri ini, mengapa menjadi manusia tidak bisa konsisten dengan kebaikan, atau konsisten menghalau kejelekan?

Harusnya dicoba dulu dari hal yang kecil yang bisa diperbaiki. Lalu merambat ke hal yang besar, sangat besar, super besar dan lagi, lagi, lagi super besar.

Tapi rasanya sulit mengajak hati tuk berperang melawan rasa malas ini.

Dicoba dan mungkin bertahan tapi hanya sekejab saja.hufftt…

Taukah kau jika penyesalan yang paling akhir akan datang jika kau seperti ini terus??

“Ya aku tahu”, begitulah kataku.

Nah, lalu mengapa kau seperti ini lagi?

“Aku juga bingung kenapa aku begini lagi, padahal aku pun tahu resiko yang akan aku dapatkan jika aku begini terus.. “, elakku

Lalu apalagi yang akan kau lakukan setelah ini.

“Yang aku tahu, aku begini karena aku semakin menjauh dariNya. Kau tau, aku sangat merindukanNya. Aku ingin bertemu denganNya. Aku sangat merindukanNya. Sudah lama aku tak memadu kasih denganNya lagi seperti dahulu kala. Itulah sebenarnya sumber kegalauan hatiku selama ini. Dan sekarang aku harus mencoba untuk mendekatkan diriku lagi kepadaNya. Aku harus lebih memasrahkan hidupku kepada Sang Pemilik Hidupku ini. Mungkin itu dulu yang harus aku lakukan”, sambil menahan tangis.

Dan hati ini pun menjadi lebih tenang setelah menyadarinya.

Rasanya semangat itu sudah mengepul-ngepul lagi dan siap untuk diolah menjadi berbagai hal yang bermanfaat.

Semoga selalu istiqomah dalam bertawakal kepadaNya.

Aamiiin…..

Komentar

  1. thank you... ^^
    but its just ordinary blog. just my diary... :)
    whats your blog name??

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer